
LOMBOK TIMUR, SELAPARANGPOST.com – Pondok Pesantren Diniyah Baitul Makmur (DIBAMA) Aikmel membuktikan diri sebagai lumbung pencetak talenta Qur’ani berprestasi di Kabupaten Lombok Timur.
Dalam ajang Training Center (TC) MTQ XXXI tingkat Provinsi NTB 2026 di Tete Batu, Jumat (22/5/2026), DIBAMA sukses menyumbang 9 santri terbaiknya untuk memperkuat cabang beregu Syarhil Quran dan Fahmil Quran.
Koordinator Pelatihan Pembinaan dan Prestasi LPTQ Lombok Timur sekaligus pengasuh, Eka Budiansyah, menjelaskan bahwa kesuksesan DIBAMA tidak lepas dari tradisi pengaderan yang kuat dan sistematis di dalam pondok.
“Senior memberikan motivasi dan melatih adiknya untuk menjaga kestabilan kemampuan. Hal itu sudah menjadi tradisi di Ponpes DIBAMA. Saya mengajarkan yang senior, kemudian saya amanahkan mereka untuk menyalurkannya ke adik tingkat,” ujar Eka.
Mengenai dinamika TC berjenjang tahun ini yang mencakup fase mobile hingga terpusat, Eka menekankan pentingnya pendekatan individual untuk menyatukan kemampuan santri di cabang beregu serta menjaga fokus pasca-TC.
“Mata lomba ini grup, jadi kami melakukan pendekatan individual untuk memahami karakter kemampuan masing-masing dan memberikan solusi belajar yang tepat. Usai TC ini, kami sepakat tidak melepas peserta selama jeda 10 hari sebelum lomba agar tidak memengaruhi hafalan. Kami akan menjaga ritme mereka lewat TC lanjutan, baik secara mobile maupun menginapkan mereka di pondok masing-masing,” tegasnya.
Tradisi bimbingan personal dan transfer ilmu antar-generasi tersebut diakui langsung oleh para santri dan alumni berprestasi DIBAMA yang kini menjadi andalan daerah.
Alumni DIBAMA peraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi NTB 2024, Puji Astuti Ramadhani Putri, mengisahkan bagaimana pola pembinaan di pondok telah membentuk mental bertandingnya sejak dini hingga mampu tampil tanpa beban di tingkat provinsi.
“Di Ponpes DIBAMA, ustadz melihat karakter kemampuan kami dulu, setelah itu dikembangkan dan ditingkatkan. Hasilnya, tahun 2022 saya juara 2 kabupaten cabang Syarhil Quran dan tahun 2024 juara 2 tingkat provinsi. Selama TC sekarang pun kami dilatih sambil bermain dan selalu diberi motivasi, tidak ada yang membuat stres,” ungkap Puji.
Senada dengan Puji, Adrian Mawali, santri DIBAMA asal Aikmel Timur yang memperkuat tim Fahmil Quran, membenarkan eratnya ikatan emosional dan saling dukung sesama santri selama masa karantina.
“Awalnya saya ikut teman, lalu tertarik dengan Fahmil Quran hingga bisa menggantikan rekan di grup untuk maju ke tingkat provinsi pada 2024. Di TC saat ini, sesama santri DIBAMA saling mendukung. Seperti kata Ustadz Eka, kami diajarkan untuk menyalurkan ilmu kepada adik tingkat, memberi semangat, dan memperkuat niat mereka,” tutur Adrian.





































































