LOMBOK TIMUR, SELAPARANGPOST.com –

Menyusul instruksi Wakil Bupati Lombok Timur terkait penguatan faktor non-teknis, Tim Kesehatan TC MTQ XXXI 2026 melakukan monitoring melekat terhadap fisik dan mental 54 peserta Training Center (TC) MTQ XXXI 2026 di Tetebatu. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh kafilah berada dalam kondisi prima menjelang kompetisi tingkat Provinsi.
Tim Kesehatan yang diterjunkan secara khusus mengawal seluruh dinamika peserta, baik dari aspek teknis medis hingga pendekatan psikologis untuk meredam ketegangan menjelang perlombaan.
Memasuki hari kedua pelaksanaan TC pada Kamis (21/5/2026), dinamika psikologis peserta mulai menunjukkan peningkatan ketegangan. Dokter Umum dari RSUD dr. R. Soedjono Selong yang bertugas di lokasi, dr. Ario Rifki Hidayatullah, mengungkapkan bahwa gejolak adrenalin (nervous) mulai memicu beberapa keluhan fisik ringan pada para peserta.
“Pemerintah Daerah Lombok Timur mengamanahkan kami untuk mengawal mulai dari persiapan sampai kesehatan peserta. Pengawal persiapan peserta yang maju ke tingkat provinsi mulai dari fisik, kesehatan, sampai dengan mental. Jadi kami dari tim kesehatan memonitor apa keluhan peserta terkait kesehatan fisik. Di posisi ini kami mengerjakannya mulai dari teknis sampai non-teknis,” ujar dr. Ario saat diwawancarai di lokasi TC, Kamis (21/5).
Ia membeberkan bahwa tekanan emosional dan stresor selama pemusatan latihan yang ketat secara medis berdampak langsung pada sistem pencernaan para peserta.
“Sekarang kami melihat peserta-peserta ini sudah mulai ada gejolak adrenalin (nervous). Mereka tegang dalam mempersiapkan diri. Karena hal itu mereka sudah mulai merasakan gejala nyeri ulu hati dan sering pusing-pusing. Dan memang wajar terjadi hal itu karena sudah mulai ada stresor,” jelasnya.
Menurut dr. Ario, ketegangan ini secara otomatis memicu kenaikan asam lambung. Untuk mengantisipasinya, tim kesehatan melakukan intervensi ketat melalui pengaturan pola makan dan pemenuhan gizi yang spesifik.
“Terkait hal itu, secara teknis, kami menanggulanginya melalui keseimbangan apa yang mereka makan. Kami merawat gizi mereka dengan memilih makanan yang layak, yang tidak mengganggu lambung; bahkan jangan sampai mempengaruhi pita suara mereka,” tambah dr. Ario.
Guna meminimalkan faktor resiko yang dapat menurunkan performa kafilah, tim medis berkolaborasi dengan panitia lewat penyusunan jadwal aktivitas (rundown) yang terukur selama acara berlangsung. Di sela-sela agenda latihan, tim medis menyisipkan program pemulihan dan edukasi berkala.
“Dalam menanggulangi pantangan yang bisa meningkatkan gejala pengurangan kesehatan dari fisik sampai mental, kami tim kesehatan dan panitia menyiapkan rundown kegiatan selama peserta mengikuti TC MTQ ini selama satu minggu. Di sela-sela kegiatan yang sudah ditentukan itu, kami memberikan vitamin dan obat-obatan sejenisnya sampai melakukan edukasi tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menjaga fisik dan mental mereka,” paparnya.
Perhatian medis ini ternyata tidak hanya menyasar para peserta lomba. Guna memastikan seluruh ekosistem pendukung berfungsi optimal, tim medis juga memperluas jangkauan pemantauan kesehatan kepada jajaran pelatih hingga panitia lokal di Tetebatu.
Dari sisi kualitas dan penguasaan materi, Kafilah Lombok Timur dinilai sudah memiliki modal yang sangat kuat untuk menembus target tiga besar provinsi. Oleh karena itu, fokus utama saat ini bergeser pada kesiapan psikologis di atas panggung.
“Harapan kita sekarang ini untuk peserta adalah mereka bisa menyiapkan mental. Kalau kemampuan, alhamdulillah peserta kita sudah bagus-bagus semua. Yang penting mereka menyiapkan mental dengan benar, sebab jika mental tidak baik, itu akan mempengaruhi fisik,” tegas dr. Ario.
Pihak Pemda Lombok Timur bersama manajemen rumah sakit daerah pun memastikan seluruh fasilitas penunjang medis telah terpenuhi secara paripurna.
“Segala bentuk obat-obatan atau persiapan tim kesehatan sudah disiapkan oleh Pemda dan pihak rumah sakit. Dan itu sudah cukup untuk kebutuhan semua peserta,” pungkasnya.





































































