Lombok Timur – Kelompok Pemuda Independen Suralaga kembali mempertegas eksistensi mereka melalui forum diskusi bertajuk “Ngobrolin Pemuda & Masa Depan Desa #2” di Cafe Saga JBL, Kecamatan Lenek, Sabtu (4/4/2026).
Pertemuan strategis ini akhirnya menelurkan kesepakatan krusial untuk mentransformasi gerakan kepemudaan menjadi sebuah organisasi yang lebih terstruktur, modern, serta adaptif terhadap tantangan zaman.
Dalam forum tersebut, para pemuda sepakat membentuk organisasi yang tidak hanya menyentuh persoalan lokal desa, melainkan juga merespons isu-isu strategis nasional, terutama mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Langkah ini bertujuan agar pemuda Suralaga memiliki peran signifikan dalam pembangunan berkelanjutan dan mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
Selain itu, forum juga menetapkan Kantor Rudat Institute di Pasar Baru Suralaga sebagai basecamp resmi guna menjadi pusat pergerakan dan ruang kolaborasi gagasan. Oleh karena itu, lokasi ini akan berfungsi sebagai inkubator ide, tempat diskusi, sekaligus pusat kendali bagi seluruh program kerja yang akan berjalan ke depannya.
Sejalan dengan rencana tersebut, moderator diskusi, Faruq Abdul Quddus, menjelaskan bahwa tim akan segera memetakan potensi pemuda melalui pendataan digital.
“Dalam waktu dekat, kami akan mendata potensi SDM pemuda melalui pengisian Google Form. Data ini nantinya menjadi fondasi utama bagi kami dalam menyusun program kerja yang lebih terukur dan berbasis pada keahlian setiap individu,” ungkap Faruq.
Sementara itu, Turmawazi selaku tim karateker penggerak menekankan bahwa semua pihak harus menjaga momentum ini dengan komitmen yang kuat. Sebab, ia menyoroti pentingnya konsistensi agar gerakan ini tidak sekadar menjadi seremonial, namun benar-benar menjadi motor penggerak perubahan yang nyata bagi lingkungan sekitar.
“Sudah saatnya kita menyeriusi pergerakan Pemuda Desa Suralaga secara mendalam. Maka dari itu, kita harus mampu memberikan dampak nyata yang masyarakat rasakan secara langsung. Transformasi organisasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan tersebut,” tegas Turmawazi dengan penuh optimisme.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, para penggerak pun telah menjadwalkan pertemuan lanjutan pada pekan depan. Adapun agenda mendatang akan fokus pada perampungan struktur organisasi serta pembagian peran yang lebih spesifik bagi setiap anggota guna memastikan roda organisasi berjalan efektif sejak awal pembentukannya.









































































